Selasa, 16 Oktober 2007

Surat Nicollo Machiavelli Untuk Para Penguasa

…..Raja harus bertindak hati-hati, dan harus waspada sehingga ia tidak menjadi takut karena bayanganya sendiri; tingkah lakunya harus dikendalikan dengan sikap manusiawi dan bijaksana sehingga kepercayaan yang berlebihan tidak membuatnya sembrono atau kecurigaan yang berlebihan tidak membuat dirinya tak berdaya. Dari semuanya ini muncullah pertanyaan berikut: apakah lebih baik dicintai atau ditakuti, atau sebaliknya.
Jawabanya ialah bahwa orang tentunya menginginkan keduanya, baik dicintai maupun ditakuti; tetapi karena sulit untuk mempertemukannya, jauh lebih baik ditakuti daripada dicintai, jika Anda tidak dapat memperoleh keduanya…..karena itu Raja harus membuat dirinya ditakuti sedemikian rupa sehingga kalau ia tidak dicintai rakyatnya, setidak-tidaknya ia tidak dibenci.
Karena rasa takut sungguh cocok dengan tidak adanya rasa benci…..Seandainya memang ada alasan untuk menghukum seseorang, ini harus dilakukan hanya kalau ada pembenaran yang wajar dan alasan jelas untuk melakukan hal tersebut. Tetapi lebih-lebih raja harus menjauhkan diri dari harta milik orang lain, karena orang lebih mudah melupakan kematian leluhurnya daripada kehilangan warisan leluhurnya. Memang selalu ada alasan untuk merampas harta seseorang, tetapi seorang raja yang mulai hidup dengan merampok selalu ingin berusaha merebut harta milik orang lain. Sebaliknya, alasan untuk menghukum seseorang lebih sulit ditemukan dan alasan-alasan itupun tidak mudah mendapat dukungan……
Dengan demikian saya menyimpulkan bahwa mengenai masalah dicintai atau ditakuti, manusia mencintai menurut kehendak bebasnya, tetapi takut terhadap kehendak raja, dan seorang raja harus mengandalkan apa yang ada padanya dan bukanya ada pada apa yang ada pada orang lain. Ia hanya harus berusaha, seperti yang saya utarakan, menghindari dirinya dibenci. Dengan demikian, karena seorang raja terpaksa mengetahui cara bertindak seperti binatang, ia harus meniru rubah dan singa: karena singa tidak dapat membela diri sendiri terhadap perangkap, dan rubah tidak dapat membela diri terhadap srigala. Karena orang harus bersikap seperti rubah untuk mengetahui adanya perangkap, dan seperti singa untuk menakuti srigala. Mereka yang hanya ingin bersikap seperti singa adalah bodoh. Sehingga seorang penguasa yang bijaksana tidak harus memegang janji kalau dengan demikian ia akan merugikan diri sendiri, dan kalau alasan yang mengikat sudah tidak ada lagi. Seandainya semua orang baik hati, anjuran ini pasti tidak baik. Tetapi karena manusia adalah makhluk yang jahanam yang tidak menepati janji, Anda tidak perlu menepati janji pula pada manusia lain. Dan seorang raja tidak akan pernah kehabisan alasan untuk menutupi ketidaksetiaanya, dengan menunjukkan betapa banyak perjanjian dan persetujuan yang dilakukan oleh para raja ternyata kosong dan tidak bernilai karena raja tidak memegang janji: mereka yang paling tahu meniru rubah adalah yang terbaik.
Tetapi orang harus mengetahui bagaimana menutupi tindakan-tindakannya dan menjadi pembohong dan penipu yang ulung. Manusia bersifat sederhana, dan begitu banyak manusia di sekitarnya, sehingga penipu akan selalu menemukan seseorang yang siap ditipunya. Karena itu, seorang raja tidak perlu memiliki semua sifat baik yang saya sebutkan diatas, tetapi ia tentu saja harus bersikap seakan-akan memilikinya. Saya bahkan berani mengatakan bahwa jika ia memiliki sifat-sifat ini dan selalu bertingkah laku sesuai dengannya ia akan mengalami bahwa sifat-sifat tersebut sangat merugikannya.
Jika ia nampaknya saja memilikinya, sifat-sifat tersebut akan berguna baginya. Ia sebaiknya nampak penuh pengertian, setia akan janji, bersih dan alim. Dan ia memang seharusnya demikian. ….Anda harus menyadari hal ini: seorang raja, dan khususnya seorang raja baru, tidak dapat menaati semua hal yang menyebabkan orang dipandang hidup baik, karena untuk mempertahankan negaranya ia kerap kali terpaksa bertindak berlawanan dengan kepercayaan orang, belas kasih, kebaikan, dan agama……sebagaimana saya utarakan diatas, ia tidak boleh menyimpang dari yang baik, jika itu mungkin, tetapi ia harus mengetahui bagaimana bertindak jahat, jika perlu.
(Niccolo Machiavelli, Il Principe (Sang Penguasa))

0 komentar:

Template Design | Elque 2007